Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAITF Dumai menetapkan arah pengembangan riset dan pengabdian melalui sebuah roadmap strategis periode 2025–2030. Roadmap ini dirancang sebagai pijakan transformasi menuju institusi yang unggul dalam pengembangan ilmu pengetahuan berbasis nilai-nilai Islam, moderasi (wasatiyyah), dan tamaddun Melayu, sekaligus responsif terhadap dinamika masyarakat pesisir Selat Melaka dan kawasan industri Kota Dumai.
Pada fase awal (2025–2026), LP2M berfokus pada penguatan fondasi kelembagaan. Tahapan ini menitikberatkan pada penataan sistem riset dan pengabdian, penyusunan standar operasional, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Selain itu, dilakukan pemetaan kebutuhan masyarakat pesisir sebagai dasar pengembangan program pengabdian yang tepat sasaran. Fase ini menjadi titik krusial untuk memastikan seluruh aktivitas tridharma berjalan secara terstruktur, terukur, dan berkelanjutan.
Memasuki fase kedua (2027–2028), LP2M mengarahkan strategi pada akselerasi kinerja riset dan pengabdian. Pengembangan klaster riset unggulan mulai diperkuat melalui kolaborasi nasional, peningkatan publikasi ilmiah, serta hilirisasi hasil penelitian. Di sisi pengabdian, program berbasis riset mulai diperluas melalui desa binaan, pemberdayaan ekonomi syariah, serta integrasi antara penelitian dan pengabdian dalam satu ekosistem yang saling mendukung. Fase ini menandai pergeseran dari sekadar penguatan internal menuju peningkatan dampak nyata bagi masyarakat.
Pada fase ketiga (2029–2030), LP2M menargetkan internasionalisasi dan dampak global. Kolaborasi riset dengan institusi luar negeri, khususnya di kawasan Malaysia dan Asia Tenggara, menjadi prioritas utama. Publikasi internasional, partisipasi dalam forum ilmiah global, serta pengembangan pusat unggulan (center of excellence) menjadi indikator utama keberhasilan fase ini. Program pengabdian juga diarahkan pada model pemberdayaan berkelanjutan yang dapat direplikasi dan memberikan kontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Keberhasilan roadmap ini didukung oleh berbagai faktor strategis, antara lain penguatan kapasitas SDM, peningkatan akses pendanaan riset, tata kelola yang berbasis sistem penjaminan mutu, serta pengembangan kemitraan dengan pemerintah, industri, dan komunitas. Selain itu, transformasi digital dan inovasi sosial menjadi elemen penting dalam mempercepat capaian program dan memperluas dampak pengabdian.
Melalui implementasi roadmap ini, LP2M IAITF Dumai menargetkan terwujudnya riset unggul yang berdaya saing global, program pengabdian yang berdampak nyata dan berkelanjutan, serta peningkatan reputasi institusi di tingkat nasional dan internasional. Lebih dari itu, roadmap ini diharapkan mampu memperkuat peran IAITF Dumai sebagai pusat pengembangan ilmu dan pemberdayaan masyarakat pesisir berbasis nilai-nilai Islam dan tamaddun Melayu.
Dengan semangat “Ilmu untuk Kemajuan, Pengabdian untuk Peradaban,” LP2M IAITF Dumai optimis dapat berkontribusi secara signifikan dalam membangun masyarakat yang berdaya, berkeadilan, dan berkelanjutan di kawasan pesisir Selat Melaka dan sekitarnya.
